Monday, October 11, 2010

Epson Dot Matrix LQ-2190

Jika Anda memasuki sebuah kantor atau bank, barangkali Anda akan mendengar sebuah suara yang mungkin tidak asing lagi, yaitu suara "thiit-thiit" printer dot matrix. Memang, meskipun kantor tersebut memiliki printer lain yang lebih canggih seperti printer laser atau inkjet, keberadaan printer dot matrix masih dibutuhkan khususnya untuk mencetak di atas kertas formulir (biasanya kertas continuous form), entah rangkap 1, 2, atau lebih.

Demikian juga di kantor tempat saya dan teman-teman bekerja, printer dot matrix masih dibutuhkan untuk mencetak form seperti formulir D.II.a, yaitu formulir untuk nota persetujuan kenaikan pangkat PNS. Formulir tersebut terdiri dari 4 lembar dilengkapi dengan kertas karbon di antara masing-masing lembarannya. Formulir tersebut sebenarnya bisa juga diisi menggunakan mesin ketik biasa, namun tentu saja akan membutuhkan waktu lama. Oleh karena itu kami biasanya membuat dokumen mail-merge untuk mencetaknya.


Kertas continuous form didesain mempunyai tepi dengan perforasi (lubang) sebagai tempat untuk roda penarik (disebut tractor), desain ini dimaksudkan agar kertas bisa diposisikan pada baris-baris formulir dengan tepat secara terus-menerus, karena kertas ini sambung-menyambung dari halaman ke halaman.

Sebagai alat pencetaknya, kebanyakan kantor termasuk kantor kami menggunakan printer Epson dot matrix, biasanya seri LQ-2180. Seri ini mampu mencetak kertas ukuran double folio maupun A3 dengan rangkap 5 beserta 1 lembar asli (bukan tindasan karbon).

Baru-baru ini kantor kami melakukan pengadaan 1 unit printer Epson dot matrix ini. Ternyata saat ini telah keluar seri baru yaitu LQ-2190 dengan spesifikasi yang hampir mirip dengan LQ-2180. Alasan kami memilih seri baru ini selain karena teknologinya yang kami pandang lebih baru (tentu saja) adalah karena di pasaran beredar juga printer Epson LQ-2180 dengan harga cuma separuhnya, sekitar 3 jutaan. Terus terang kami menyangsikan keaslian printer tersebut dan tidak ingin beresiko mendapatkan printer yang tidak berkualitas, sehingga akhirnya memilih seri yang terbaru itu.

Secara sepintas lalu, fisik LQ-2190 tidak jauh berbeda dengan LQ-2180, kecuali desain tombol power, antar muka dengan komputer, knob dan baki (tray) kertasnya. Hasil cetakannya pun tidak jauh berbeda mengingat keduanya sama-sama menggunakan head dengan 24 pin. Untuk antar mukanya, LQ-2190 menyediakan 2 pilihan, yaitu port parallel dengan kabel yang besar atau USB seperti kebanyakan printer modern yang lain. Sedangkan untuk ketangguhannya, tunggu saja, kami sedang menggunakannya dan mengujinya :-)

Berikut ini spesifikasi dasar LQ-2190:

Pins 24
Columns 136
Print Speed (cps) 480cps (High Speed Draft 10cpi)
Input Buffer 128KB
Paper Handling Pull tractor unit: Optional
Roll paper holder: Optional
Paper Path Manual Insertion (Front or rear in, top out), Push Tractor (Front or rear in, top out), Pull Tractor (Front or rear or bottom in, top out)
Interfaces Bi-directional parallel interface (IEEE-1284 nibble mode supported), USB 2.0 (Full Speed), Type B I/F level 2 (Option)
MTBF (hrs at 25% duty cycle) 20000 POH (25% Duty)
Dimension & Weight 639 (W) x 402 (D) x 256 (H) mm, 13.0 kg
Control Code/Emulation ESC/P2 and IBM PPDS emulation
Copy Capability Original + 5 copies
Black Ribbon Life (million characters) approx. 8 million characters
Colour Ribbon Life (million characters) NA

Jika kebetulan Anda menggunakan printer ini namun tidak mempunyai drivernya, silakan download image CD-nya atau driver untuk Windows 32bit/64bit ini.

23 comments:

  1. mau tnya donkz, kl pke card PCI to 2 rs232+1 Parallel ad ga c driver ny??
    krna port printernya msh yg dot matrix dan blm usb,.
    Tlong pencerahan nya,.
    Thx...

    ReplyDelete
  2. tanx. infonya sangat berharga bagi kami referensinya.

    ReplyDelete
  3. wah, kantor jadi objek juga ya gan...?

    ReplyDelete
  4. bagaimana cara menset margin continuous form, krn kalo ngeprint hal. 2 margin terlalu lebar. trim's

    ReplyDelete
  5. pak, setting kertasnya piye? di tempat saya ketika selesai ngeprint, kertasnya keluarnya terlalu banyak. mohon share ilmunya

    ReplyDelete
  6. @asha: seharusnya kalau menggunakan kertas continuous form, kertas akan berhenti di awal lembar selanjutnya sambil menunggu perintah cetak selanjutnya. sehingga untuk memotong kertas tersebut jika tidak menhendaki mencetak lagi, kita tinggal menekan tombol "tear off/bin" pada printer.

    program apa yang digunakan untuk mencetak pak? bisa jadi pilihan kertasnya tidak sesuai ukuran continuous form atau keliru pilihan paper sourcenya. coba ganti setting ukuran kertas pada printer setting waktu mencetak atau gunakan automatic pada paper source-nya.

    ReplyDelete
  7. mau tanya kenapa hasil cetak pakai printer LQ-2190 ko lebih kecil dari LQ-2180.kenapa ya...mohon solusinya...

    ReplyDelete
  8. @hilman: coba periksa jenis font pada printer, 10 cpi hurufnya lebih besar dari 12/15 cpi. atau kalau nggak, samakan setting LQ2190 dengan LQ2180 anda, dengan indikasi lampu led yang nyala.

    ReplyDelete
  9. apakah head lq2190 dan lq2180 sama ?
    misal ada printer lq2180 rusak trus kita ganti dengan menggunakan head lq 2190 apakah bisa ?
    Terima kasih

    ReplyDelete
  10. pak ada berapa jenis max ukuran kertas pada printer dot matrik

    ReplyDelete
  11. di kantor saya menggunakan printer lq2190, masalah yang muncul adalah pada saat ngeprint dengan format .pdf(hanya berupa text)/.php setelah beberapa halaman mencetak hasil print tulisan beruabah tidak sama dengan cetakan semula. apakah lq ini tidak mampu untuk mencetak format .pdf......??,setingan yang saya pakai adalah 10 cpi dan font roman, mohon pencerahan dan bantuannya....
    terima kasih

    ReplyDelete
  12. @anonymous: wah kalau spesifikasi head saya kurang tahu. tapi tebakan saya, bisa jadi sama sih. karena melihat spesifikasi head to head antara kedua printer hampir mirip.

    jadi, kesimpulan ngawur saya kedua printer MUNGKIN menggunakan piranti yg mirip. mungkin ada perbaikan sedikit pada firmware atau sebagian modulnya. sekali lagi, ini analisa saya sendiri yang belum dibuktikan lho hehe...

    @ilkom: kalau setahu saya utk printer jenis ini bisa menerima kertas ukuran double folio ataupun A3. CMIIW

    @sidik: jadi pada printernya anda setting jenis fontnya dan pencetakan memanfaatkan font internal printer? begitukah maksud anda?

    saya kurang tahu apakah printer ini bisa memanfaatkan fungsi ini seperti halnya postscript pada printer laser. namun membaca penjelasan anda ternyata hasil akhir tidak sama dengan hasil awal, perkiraan saya mungkin ada miskomunikasi setelah data pencetakan masuk ke buffer printer.

    yang mungkin bisa anda coba, jika anda memakai adobe reader, aturlah pilihan Advanced pada dialog Print: Font and Resource Policy menjadi Send by Page, sehingga printer tidak kelebihan data pada buffer yg bisa jadi menimbulkan error tersebut. saya sendiri belum pernah mencobanya sih (kebetulan online dari rumah, tidak bisa langsung mencobanya di printer)

    semoga berhasil...

    ReplyDelete
  13. maaf mas mo nanya printer LQ-2190 ga bisa untuk ngeprint?? lampu indikator LOCK nyala pada PAUSE..mohon pencerahannya Mas?? mksh bnyk sblmnya..

    ReplyDelete
  14. mas..mau nanya,saya baru beli printer LQ-2190 menggantikan printer yg lama yang sejenis.Ketika dipakai ke PC yang lama bisa ngeprint,tapi setelah saya ganti PC yg baru tidak bisa dipakai print lagi..
    saya ngeprint melalui software berbasis MS-Dos(FOX Base dll),tapi kalau print test page dari control panel kok bisa ya??
    trimakasih banyak sebelumnya

    ReplyDelete
  15. masalah saya juga pada lock nih?gak isa nagtur font nih...mohon pencerahannya T.T

    ReplyDelete
  16. Mau nanya apakah Epson LQ 2190 bisa untuk print pada IBM main system ??

    ReplyDelete
  17. kalau lampu PAUSE nyala terus, mungkin tutup head/pita yg transparan tidak menutup sempurna.

    @nara: dihubungkan dengan kabel USB ya? Program yg berjalan dengan MSDOS akan mencari printer di LPT1.

    Dalam kasus anda, program tidak menemukan printer yg terhubung melalui LPT1 karena printernya terhubung dengan kabel USB (printer USB menggunakan port USB001 yang hanya dikenali oleh program native Windows).

    Langkah pemecahannya:
    1. Share printer LQ2190 dari control panel, beri nama misalnya LQ2190. Sehingga jika nama komputer anda MyPC, printer tsb bisa diakses melalui alamat \\MyPC\LQ2190
    2. buka command prompt (Start>Run>ketik "cmd", enter). Ketikkan "NET USE LPT1: \\MyPC\LQ2190 /PERSISTENT:YES" (tanpa tanda kutip, tentunya)
    3. perhatikan hasil perintah di atas pada layar command prompt, seharusnya sukses. Jika sukses, senyampang masih membuka command prompt, ketikkan perintah "DIR>PRN". Perintah ini akan menjalankan DIR namun ditampilkan ke printer, bukan ke layar. Langkah ini hanya untuk konfirmasi bahwa perintah print di DOS telah diarahkan pada LPT1 dengan benar.
    4. Silahkan dicoba, semoga berhasil.... :)

    @anonymous 19 oktober: saya belum pernah melihat dan menggunakan IBM Main System, paling banter komputer built up yang pernah saya gunakan cuma HP Pavilion, hehehe.

    Namun jika IBM Main System itu memiliki konektor USB atau parallel, seharusnya printer ini bisa digunakan dengan riang gembira. Selamat mencoba... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas kalau untuk dos murni settingan printernya bagaimana??sedangkan dos murni tidak masuk windows terlebih dahulu..

      Delete
    2. wah, untuk ini saya belum tahu mas
      seharusnya ada driver (terminate and stay resident program) yang menangani perintah print di dos ke port USB.
      tapi karena OS DOS sudah tidak populer, barangkali akan sulit mencarinya

      Delete
  18. printer epson memang mantab, harganya terjangkau dan kualitas cetak dan kecepatannya juga bagus. sangat cocok untuk usaha rumahan.

    saya mempunyai blog tentang info harga printer Epson terbaru Dot Matrix, informasi seputar printer epson terbaik dan lainnnya, silahkan berkunjung ya hehe..

    http://hargaprinterepson.blogspot.com

    ReplyDelete
  19. mas kita mau nanya...
    letak pita yang transparan pada head printer epson LQ2190
    letaknya dmn ya mas?
    mks sblnya....

    ReplyDelete

Punya opini sendiri mengenai topik di atas? Silakan tulis pada form komentar di bawah ini.